Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Trigger Finger Dengan Modalitas Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Transverse Friction Massage Dan Stretching Di RSUD Subang

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Lingga Agustina
Ika Rahman

Abstract

Trigger Finger adalah gangguan umum yang sering terjadi dan ditandai dimana jari yang dibengkokkan tidak dapat diluruskan kembali. Tujuan : Untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam meningkatkan kekuatan otot, LGS, dan Aktivitas fungsional serta mengurangi nyeri pada Trigger Finger dengan modalitas Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Transverse Friction Massage , dan Stretching. Hasil : Setelah 6 kali terapi, didapatkan hasil penurunan nyeri diam yaitu T1-T6 (0), nyeri tekan T1 (5) menjadi T6 (0), dan nyeri gerak T1 (6) menjadi T6 (0). Nilai kekuatan otot T1(3) menjadi T6 (4) dan LGS aktif pada gerak Fleksi (PIP) dan ekstensi (PIP) T1 (0°-0°- 80°) menjadi T6 (0°-0°- 90°) sedangkan  pada gerak fleksi (MCP) dan ekstensi (MCP) didapatkan hasil T1 (0°-0°- 70°) menjadi T6 (0°-0°- 85°),untuk LGS pasif pada gerak Fleksi (PIP) dan ekstensi (PIP) T1-T6 (0°-0°- 100°) dan pada gerak fleksi (MCP) dan ekstensi (MCP) didapatkan hasil T1-T6 (0°-0°- 85°). Serta pada kemampuan fungsionalya pasien sudah bisa memutar kunci dan mengetikdengan mudah.Kesimpulan : Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation mampu membantu mengurangi nyeri, Transverse Friction Massage mampu meningkatkan aktivitas fungsional pasien, dan Stretching mampu meningkatkan kekuatan otot dan LGS.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##